“Experience is the best teacher” alias pengalaman adalah guru yang paling baik. Pepatah ini memang benar-benar berlaku bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah (PSP Sejarah) FKIP Unlam, angkatan 2004 khususnya, saat berkunjung ke kantor arsip daerah di Banjarbaru.
Hari Jumat, tepatnya tanggal 17 Januari 2008, mahasiswa PSP Sejarah bersama para pendekar Sejarah, yaitu Pak EWA sebagai kakak I, Pak Porda sebagai kakak II, dan Pak Bambang sebagai kakak IV (Pak Anis, kakak III, tidak hadir) melakukan kunjungan informal ke kantor arsip daerah Banjarbaru. Ini merupakan kunjungan pertama bagi penulis dan teman-teman yang lain ke kantor arsip tersebut. Yang unik adalah kami sudah mengambil mata kuliah Kearsipan dan Permuseuman serta sebagai orang yang berkecimpung di dunia kesejarahan (meskipun tidak riil sejarah murni) baru pertama kali ini berkunjung ke kantor arsip di daerahnya. Ironis memang…. Namun, tak mengapa, karena dari kunjungan inilah, memberikan inspirasi bagi kami, mahasiswa PSP Sejarah, khususnya angkatan 2004, untuk lebih memperhatikan pentingnya makna dari kunjungan ini. Terutama bagi kelanjutan masa depan skripsi yang tengah kami garap, yang memerlukan sumber primer dari kantor arsip tersebut.
Saat pertama tiba di kantor arsip daerah Banjarbar keadaan kantor masih sangat lengang karena para pegawai kantor sedang melaksanakan senam pagi di lapangan Murjani, yang berada di seberang kantor arsip daerah tersebut. Sehingga penulis dan teman-teman memanfaatkan waktu dengan berfoto bersama. Tidak berapa lama setelah para pendekar Sejarah tiba di lokasi kunjungan, dan para pegawai kantor arsip tiba di kantornya, kami pun dipersilakan masuk dan diterima dengan baik oleh mereka, meskipun kunjungan ini sifatnya mendadak, tetapi acara dapat berjalan dengan lancar.
Kegiatan kunjungan ini adalah kami beserta para pendekar sejarah dan juga empat petinggi kantor arsip melakukan diskusi di satu ruangan kemudian melihat-lihat ruangan di mana arsip diolah dan disimpan. Para petinggi kantor arsip ini menjelaskan apa jabatan mereka, apa fungsi kantor arsip, jenis-jenis arsip yang ada di kantor ini, tahap-tahap dalam kearsipan, dan sebagainya. Dijelaskan pula bahwa kantor arsip daerah Banjarbaru hanyalah salah satu unit dalam pengelolaan arsip provinsi dan daerah di Kalimantan Selatan. Sedangkan kantor pusat arsipnya berlokasi di Km. 6 Banjarmasin yang bergabung dengan perpustakaan daerah Banjarmasin. Arsip-arsip yang ada di kantor daerah Banjarbaru ini pun tidak terlalu banyak, arsip-arsipnya berasal dari beberapa instansi pemerintah dari provinsi dan wilayah Banjarbaru, arsip swasta, arsip sejarah lokal, peta-peta, sketsa konstruksi bangunan pun ada. Arsip yang tersedia mulai dari tahun 1953, dan arsip yang terakhir yaitu tahun 2004. Jenis arsipnya; yaitu arsip statis (arsip aktif yang masih diperlukan sehari-hari), arsip dinamis (arsip yang belum diolah dan tidak bisa digunakan), dan arsip permanen (arsip yang bersifat tetap, tidak bisa disusutkan atau dimusnahkan tanpa seijin instansi yang berlaku). Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi cukup membantu pihak-pihak yang memerlukan arsip-arsip sebagai dokumen dalam mengerjakan pekerjaannya.
Semoga kunjungan perdana ke kantor arsip daerah Banjarbaru ini, bukan menjadi kunjungan pertama dan terakhir bagi kami, dan tentunya memberi makna lebih bagi kami semua. Amin….
Komentar Terakhir